Notebook: Kuikatkan Rinduku
Kiriman produk baru dari Paman Tyo. Sama sekali tidak digitally lifestyled. Masih tradisional dan analog. Berupa notes untuk orang yang scribbley.
Demikian kata Paman,
“… berbahan kertas linen, setiap halaman beda isinya. uniknya, judul setiap halaman dibikin embossed. demikian pula logo di tengah halaman. ketika kertas ini kumal maka emboss akan semakin nampak.
adapun entri, di bawah, cukup bertipografi simpel bersih keabu-abuan. harga? tidak dijual. hanya beredar di kalangan terbatas. hanya untuk mereka yang bisa mengapresiasi setulus hati…”
Silakan dilihat-lihat.
Desain dan produksi: studiopuber2+ / Sumber gambar notes: lupa
Mug: Hi, Paman Tyo!
Ndoro Kakung punya cara sendiri untuk menyapa sesama blogger–yakni dengan memberikan mug berdesain khusus berikut ini:
Gambar sampai saat ini belum diketahui diambil dari mana ![]()
Phone: PapanPhone
Ah, ternyata ada beberapa barang baru yang mondok di email saya. Salah satunya adalah dari Babunegara berikut ini. Demikian pesannya:
Salam!
Saya juga mau ngirim ah… Siapa tau dimuat di http://disiniataudisanasamasaja.dagdigdug.com !
maaf kalo jelek dan kualitasnya gak sebagus yang lain ya… Saya kan cuman pegawai ndeso yang sok sibuk. Hehehehe…
Gambar ponsel Nokia 6680 dari sini dan gambar keyboard diambil dari sini.
Menurut saya ini profesional sekali, dari segi desain, iklan dan presentasi
Menurut Anda?
Flip-flops: Bukan Sandal Jepit
Dipersembahkan untuk kawan saya yang pernah ditolak masuk club karena mengenakan sandal jepit. Kalau ditunjukkan sandal jepit ini kepada petugas keamanan di club (“… tapi, Pak. Baca, deh. Ini bukan sandal jepit… tuh ada tulisannya…”), kira-kira diperbolehkan masuk atau malah dipentung?
Gambar sandal jepit diambil dari sini.
Handkerchief: Mendayu
Pecinta desain Paman Tyo, bergembiralah. Atau bersedih? Karena kali ini Paman telah kembali mengirimkan produk terbarunya–selembar sapu tangan putih…
Kartu dalam kardus saputangan (tidak ada gambarnya, sudah dibuang) menyatakan:
“Sekalah tangismu dengan kacu ini di sudut sunyi, saat rindu menghimpitmu, kala penantian makin menyiksamu, karena Sang Lelanang Penghancur tak kunjung datang untuk tepati janji dan penuhi mimpi. Tebaran kata manisnya jangan kau sesali, justru semestinya kau syukuri, karena itulah yang membuatmu memetik hikmah kehidupan ini: tentang tipu rayu yang selancar alir bening kali. Biarkan saputangan berpucuk empat menampung air matamu, tampakkan kata-kata pelipur. Sapu tangan inilah yang menyimpan rahasiamu. Setelah tangismu reda, tulisan akan luntur dengan membawa tutur. Tulisan yang setia, selalu muncul saat tangismu menetes, mengalir, bahkan membanjir, untuk kemudian memudar. Berulang, selalu begitu.â€
Sapu tangan yang merupakan proyek amal ini diproduksi secara kolaboratif oleh Pamanjelek Padahalbijak Co. Ltd, Sukandobos Tapisetia Inc., dan Bedhes Arjunawiwahahaha Buayamuara Tbk. Melayani pesanan partai besar, eceran, dan gurem. Jangan sekali-kali dicuci.
Gambar asli dari sini dan kata-kata diambil dari lagu “Air Mata†Iwan Fals, Yockie Suryo Prayogo & Kantata Takwa, latar penciptaan dari sini.




