Handkerchief: Mendayu

Pecinta desain Paman Tyo, bergembiralah. Atau bersedih? Karena kali ini Paman telah kembali mengirimkan produk terbarunya–selembar sapu tangan putih…

handkerchief.jpg

Kartu dalam kardus saputangan (tidak ada gambarnya, sudah dibuang) menyatakan:

“Sekalah tangismu dengan kacu ini di sudut sunyi, saat rindu menghimpitmu, kala penantian makin menyiksamu, karena Sang Lelanang Penghancur tak kunjung datang untuk tepati janji dan penuhi mimpi. Tebaran kata manisnya jangan kau sesali, justru semestinya kau syukuri, karena itulah yang membuatmu memetik hikmah kehidupan ini: tentang tipu rayu yang selancar alir bening kali. Biarkan saputangan berpucuk empat menampung air matamu, tampakkan kata-kata pelipur. Sapu tangan inilah yang menyimpan rahasiamu. Setelah tangismu reda, tulisan akan luntur dengan membawa tutur. Tulisan yang setia, selalu muncul saat tangismu menetes, mengalir, bahkan membanjir, untuk kemudian memudar. Berulang, selalu begitu.”

Sapu tangan yang merupakan proyek amal ini diproduksi secara kolaboratif oleh Pamanjelek Padahalbijak Co. Ltd, Sukandobos Tapisetia Inc., dan Bedhes Arjunawiwahahaha Buayamuara Tbk. Melayani pesanan partai besar, eceran, dan gurem. Jangan sekali-kali dicuci.

Gambar asli dari sini dan kata-kata diambil dari lagu “Air Mata” Iwan Fals, Yockie Suryo Prayogo & Kantata Takwa, latar penciptaan dari sini.

March 4, 2008. handkerchief, supplier. No Comments.

No Comments

Be the first to comment!

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

^

Trackback URI